Tampilkan postingan dengan label Tokoh Hamas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Hamas. Tampilkan semua postingan

Khalid Misyal

Sabtu, 12 Juni 2010


Syeikh Ahmed Yasin mendirikan Hamas dan pemimpin pertamanya. Beliau syahid dibunuh regim Yahudi dengan ditembak dengan peluru berpandu dari helikopter. Ia syahid dibunuh rezim Yahudi dengan ditembak dengan peluru kendali dari helikopter. Abdul Azizi Rantisi menggantikannya. Abdul Azizi Rantisi menggantinya. Beliau juga mencapai syahid apabila ditembak beluru berpandu dari helikopter apache regim ganas tersebut. Ia juga mencapai syahid saat ditembak beluru kendali dari helikopter apache rezim ganas tersebut.
Kini, Khalid Misy'al pula mengganti. Kini, Khalid Misy'al pula mengganti. Sesungguhnya perjuangan membela agama Allah tidak pernah ketandusan pemimpin terbaik. Sesungguhnya perjuangan membela agama Allah tidak pernah ketandusan pemimpin terbaik. Allah sentiasa memberikan pemimpin bagi orang yang memperjuangkan agamanya. Allah Maha memberikan pemimpin bagi orang yang memperjuangkan agamanya. Semoga Allah memberkahi Hamas dalam perjuangannya. Semoga Allah memberkahi Hamas dalam perjuangannya.
Israel boleh membunuh pemimpin-pemimpin para pejuang. Israel dapat membunuh pemimpin-pemimpin para pejuang. Ia tidak akan mematikan perjuangan. Ia tidak akan mematikan perjuangan. Kehilangan seorang pemimpin akan digantikan dengan puluhan pemimpin yang lain. Kehilangan seorang pemimpin akan digantikan dengan puluhan pemimpin yang lain. Antara mereka akan muncul yang terbaik. Antara mereka akan muncul yang terbaik. Siapa tahu...jika Khalid Misy'al juga menuruti jejak dua pendahulunya, antara anak-anak Palestin yang ada kini sedang menunggu giliran masing-masing, akan lahir memimpin perjuangan. Siapa tahu ... jika Khalid Misy'al juga menuruti jejak dua pendahulunya, antara anak Palestina yang ada sekarang sedang menunggu giliran masing-masing, akan lahir memimpin perjuangan. Di tangan salah satu mereka, terbukanya al-Fatah buat Palastin. Di tangan salah satu mereka, terbukanya al-Fatah buat Palastin.

Artikal mengenai biografi Khalid Misy'al ini aku petik dari laman eramuslim agar kita dapat sama-sama mengenali pemimpin berani berjiwa kental ini.Oleh itu bahasa asalnya dikekalkan. Artikal mengenai biografi Khalid Misy'al ini aku petik dari situs eramuslim agar kita dapat sama-sama mengenali pemimpin berani berjiwa kental ini.Oleh itu bahasa asalnya dipertahankan.
Beliau bernama Khalid Misy'al. Ia bernama Khalid Misy'al. Sebuah nama yang cocok untuk mencirikan semangat perjuangannya memimpin Harakah Al-Muqaawamah Al-Islamiyah atau Hamas. Sebuah nama yang cocok untuk mencirikan semangat perjuangannya memimpin Harakah Al-Muqaawamah Al-Islamiyah atau Hamas. Arti dari nama Khalid Misy'al adalah nyala api yang tidak pernah padam. Arti dari nama Khalid Misy'al adalah nyala api yang tidak pernah padam. Inilah seorang pemimpin gerakan Islam abad ini yang sangat ditakuti Amerika dan Israel. Inilah seorang pemimpin gerakan Islam abad ini yang sangat ditakuti Amerika dan Israel.

Khalid lahir pada tahun 1956 di Silwad, sebuah wilayah dekat Ramallah yang kemudian menjadi wilayah Yordan. Khalid lahir pada tahun 1956 di Silwad, sebuah provinsi dekat Ramallah yang kemudian menjadi wilayah Yordan. Ia menamatkan pendidikan sekolah dasarnya di Silwad pada 1967, kemudian pindah ke Kuwait karena perang. Ia mengakhiri pendidikan sekolah dasarnya di Silwad pada 1967, kemudian pindah ke Kuwait karena perang.

Di Kuwait, Khalid kuliah di Universitas Kuwait, dan lulus sebagai sarjana muda bidang fisika. Di Kuwait, Khalid kuliah di Universitas Kuwait, dan lulus sebagai sarjana muda bidang fisika. Semasa kuliah, Khalid Misy'al menjadi ketua himpunan mahasiswa Palestina dan menentang pemerintahan Yasser Arafat dan PLO-nya. Saat kuliah, Khalid Misy'al sebagai Ketua himpunan mahasiswa Palestina dan menentang pemerintahan Yasser Arafat dan PLO-nya. Sejak masih belia, Khalid sudah tergabung dalam Islamic Haqq Bloc, yang bersaing dengan Fatah dalam merangkul masa mahasiswa. Sejak masih belia, Khalid sudah tergabung dalam Islamic haqq Bloc, yang bersaing dengan Fatah dalam merangkul masa mahasiswa.

Tahun 1980, ia mendirikan Liga Islam Mahasiswa Palestina, yang merupakan bagian dari Ikhwan. Tahun 1980, ia mendirikan Liga Islam Mahasiswa Palestina, yang merupakan bagian dari Ikhwan. Tapi tidak lama, karena dibubarkan oleh pemerintah. Tapi tidak lama, karena dibubarkan oleh pemerintah. Namun, segera Khalid pun mendirikan Liga Islam Mahasiswa Palestina (al-Rabita al-Islamiyya li Talabat Filastin) tahun 1980. Namun, segera Khalid pun mendirikan Liga Islam Mahasiswa Palestina (al-Rabita al-Islamiyya li Talabat Filastin) tahun 1980.

Setelah lulus, antara tahun 1978 hingga1983, Khalid Misy'al mengajar di berbagai kampus di Kuwait. Setelah lulus, antara tahun 1978 hingga1983, Khalid Misy'al mengajar di berbagai kampus di Kuwait. Tahun 1983, gerakan Islam Palestina mengadakan pertemuan tertutup dan pesertanya berasal dari berbagai wilayah Palestina seperti Tepi Barat, Jalur Gaza, juga luar Palestina. Tahun 1983, gerakan Islam Palestina mengadakan pertemuan tertutup dan pesertanya berasal dari berbagai wilayah Palestina seperti Tepi Barat, Jalur Gaza, juga luar Palestina.

Pertemuan inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal berdirinya Hamas dan Khalid Misy'al adalah proyeksi masa depan kepemimpinan Hamas. Pertemuan inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal berdirinya Hamas dan Khalid Misy'al adalah proyeksi masa depan kepemimpinan Hamas. Setelah itu Khalid tinggal di Kuwait. Setelah itu Khalid tinggal di Kuwait. Ia menikah tahun 1981 dan dikarunia 7 orang anak. Ia menikah tahun 1981 dan dikarunia 7 orang anak.

Ketika Iraq menginvasi Kuwait, Khalid pindah ke Yordan dan mulai mencurahkan kosentrasinya secara penuh untuk Hamas. Ketika Irak menginvasi Kuwait, Khalid pindah ke Yordan dan mulai mencurahkan kosentrasinya secara penuh untuk Hamas. Ia kemudian menjadi ketua Biro Politik Hamas. Ia kemudian menjadi pemimpin Biro Politik Hamas. Dari sinilah, mungkin, bisa terjawab siapa di balik invasi Irak ke Kuwait dan apa motif sesungguhnya. Dari sinilah, mungkin, bisa terjawab siapa di balik invasi Irak ke Kuwait dan apa motif sesungguhnya.

Mossad, badan rahasia intelijen Israel, sudah lama mengincar Khalid Misy'al sebagai target operasi. Mossad, badan rahasia intelijen Israel sudah lama mengincar Khalid Misy'al sebagai target operasi. Pada 25 September 1997, Mossad, atas perintah Perdana menteri Benjamin Netanyahu dan kabinetnya, mencoba melakukan pembunuhan terhadap Khalid. Pada 25 September 1997, Mossad, atas perintah Perdana menteri Benjamin Netanyahu dan kabinetnya, mencoba melakukan pembunuhan terhadap Khalid.

Sepuluh agen Mossad yang paling terlatih ditugaskan untuk itu. Sepuluh agen Mossad yang paling terlatih ditugaskan untuk itu. Mereka menyamar sebagai turis Kanada dan memasuki Yordan dengan leluasa. Mereka menyamar sebagai turis Kanada dan memasuki Yordan dengan leluasa. Agen-agen Mossad ini sudah hampir dekat dengan sasarannya. Agen-agen Mossad ini sudah hampir dekat dengan sasarannya. Mereka bahkan sudah memasuki rumah Khalid Misy'al dan menyuntikan racun melalui leher Khalid ketika dia tidur. Mereka bahkan sudah memasuki rumah Khalid Misy'al dan menyuntikan racun dalam leher Khalid ketika dia tidur.

Setengah mati, setengah hidup. Setengah mati, setengah hidup. Seperti itulah kira-kira yang dirasakan Khalid Misy'al setelah syaraf di leher dekat telinganya disuntikkan gas racun. Seperti itulah kira-kira yang dirasakan Khalid Misy'al setelah syaraf di leher dekat telinganya disuntikkan gas racun. Walaupun dua agen berhasil ditaklukkan oleh satu orang pengawal Misy'al, tapi racun sudah terlanjur disuntikkan. Walaupun dua agen berhasil ditaklukkan oleh satu orang pengawal Misy'al, tapi racun sudah terlanjur disuntikkan.

Kedua agen Mossad yang dibekuk itu lalu ditukar dengan antidote (penawar racun), dan pembebasan Asy-Syahid Syaikh Ahmad Yassin. Kedua agen Mossad yang Dibekuk itu lalu ditukar dengan antidote (penawar racun), dan pembebasan Asy Syahid Syaikh Ahmad Yassin.

Alih-alih berhasil membunuh Misy'al, Israel malah terpaksa melepas ulama mujahid besar itu dari hukuman penjara seumur hidup waktu itu. Alih-alih berhasil membunuh Misy'al, Israel malah terpaksa melepas ulama mujahid besar itu dari hukuman penjara seumur hidup waktu itu. Allaahu Akbar Allaahu Akbar

Di tahun 2004, seorang pemimpin tertinggi Hamas tewas diroket Israel dalam mobilnya. Di tahun 2004, seorang pemimpin tertinggi Hamas tewas diroket Israel dalam mobilnya. Dialah Abdul Aziz al-Rantisi. Dialah Abdul Aziz al-Rantisi. Dan sejak itu, Khalid Misy'al terpilih sebagai pengganti Rantisi untuk memimpin Hamas. Dan sejak itu, Khalid Misy'al terpilih sebagai pengganti Rantisi untuk memimpin Hamas.

Khalid Misy'al sangat kritis terhadap Yaser Arafat. Khalid Misy'al sangat kritis terhadap Yaser Arafat. Ia menolak ide gencatan senjata dengan Israel. Ia menolak ide gencatan senjata dengan Israel. Ia ditengarai sebagai kunci dari kebijakan Palestina. Ia ditengarai sebagai kunci dari kebijakan Palestina. Ketika Syeikh Ahmad Yassin dibunuh Israel tahun 2004, ia mengatakan, "Kami tak akan pernah melakukan gencatan senjata dengan Israel jika rakyat Palestina terus diperlakukan seperti ini oleh Israel." Ketika Syekh Ahmad Yassin dibunuh Israel tahun 2004, ia mengatakan, "Kami tak akan pernah melakukan gencatan senjata dengan Israel jika rakyat Palestina terus diperlakukan seperti ini oleh Israel."

Ketika Hamas menang pemilu sah di Palestina, Khalid mengatakan, "Kita semua harus menyatukan diri, dan segera menyatakan kemerdekan kita. Kita harus punya angkatan bersenjata yang bisa melindungi kita dari agresi Israel." Ketika Hamas menang pemilu sah di Palestina, Khalid mengatakan, "Kita semua harus menyatukan diri, dan segera menyatakan kemerdekannya kita. Kita harus punya angkatan bersenjata yang bisa melindungi kita dari agresi Israel."

Sebagai salah satu pemegang saham kemenangan Hamas dalam pemilu, Khalid Misy'al tidak mentang-mentang. Sebagai salah satu pemegang saham kemenangan Hamas dalam pemilu, Khalid Misy'al tidak mentang-mentang. Dia tidak seperti umumnya politisi yang minta dibalas dengan 'sanjungan' kekuasaan. Dia tidak seperti umumnya politisi yang minta dibalas dengan 'sanjungan' kekuasaan. Atau, mungkin 'proyek' kompensasi kekuasaan lain. Atau, mungkin 'proyek' kompensasi kekuasaan lain. Justru, Khalid memberi jalan bagi Ismail Haniyah untuk menjadi perdana menteri. Justru, Khalid memberi jalan bagi Ismail Haniyah untuk menjadi perdana menteri. Dan Khalid Misy'al kembali meneruskan kehidupannya di Suriah yang selalu di bawah bayang-bayang ancaman pembunuhan untuk konsisten memimpin organisasi jihad terbesar dewasa ini. Dan Khalid Misy'al kembali melanjutkan kehidupannya di Suriah yang selalu di bawah bayang-bayang ancaman pembunuhan untuk konsisten memimpin organisasi jihad terbesar dewasa ini.

Dalam sebuah wawancara dengan harian Rusia, Nezavisimaya Gazeta, tanggal 13 November 2006, Khalid Misy'al mengatakan bahwa Hamas akan sudi melakukan gencatan senjata dengan Israel jika Yahudi itu mau menghormati perbatasan Palestina yang sudah ada sebelum tahun 1967, dan Israel menarik diri dari wilayah Palestina. Dalam sebuah wawancara dengan harian Rusia, Nezavisimaya Gazeta, tanggal 13 November 2006, Khalid Misy'al mengatakan bahwa Hamas akan sudi melakukan gencatan senjata dengan Israel jika Yahudi itu mau menghormati perbatasan Palestina yang sudah ada sebelum tahun 1967, dan Israel menarik diri dari wilayah Palestina . Sebuah syarat yang tidak mungkin akan disetujui Israel. Sebuah syarat yang tidak mungkin akan disetujui Israel.

September tahun 2008, Israel dan media Barat menyebarkan isu bahwa Khalid Misy'al tewas terbunuh di Damaskus, Suriah. September tahun 2008, Israel dan media Barat menyebarkan kiat bahwa Khalid Misy'al tewas terbunuh di Damaskus, Suriah. Hal ini langsung dibantah anggota Biro Politik Hamas, Muhammad Nazal. Hal ini langsung dibantah Anggota Biro Politik Hamas, Muhammad Nazal.

Intaian dan ancaman pembunuhan inilah yang menjadikan Khalid Misy'al tergolong orang yang tidak mudah untuk ditemui. Intaian dan ancaman pembunuhan inilah yang membuat Khalid Misy'al tergolong orang yang tidak mudah untuk ditemukan.

Selain konsistensinya, Khalid Misy'al juga dikenal begitu tawadhu. Selain konsistensinya, Khalid Misy'al juga dikenal begitu tawadhu. Ia tidak besar hati dalam memposisi dirinya di hadapan publik. Ia tidak besar hati dalam memposisi dirinya di hadapan publik. Ketika pada Muktamar Internasional di Damaskus November lalu, ada seorang peserta yang berdiri dan membacakan sebuah syair dalam bahasa Arab yang artinya, “Sesungguhnya Hamaslah pembawa panji jihad dan perlawanan yang sesungguhnya!” Ketika pada Muktamar Internasional di Damaskus November lalu, ada seorang peserta yang berdiri dan membacakan sebuah syair dalam bahasa Arab yang artinya, "Sesungguhnya Hamaslah pembawa panji jihad dan turnamen yang sesungguhnya!"

Di hadapan dua ribuan peserta muktamirin, Khalid Misy'al menyempatkan diri untuk menjawab syair itu, “Bukan cuma Hamas. Di hadapan dua ribuan peserta muktamirin, Khalid Misy'al menyempatkan diri untuk menjawab syair itu, "Bukan cuma Hamas. Hamas hanya bagian dari dunia Arab dan dunia Islam yang semuanya melakukan perlawanan.” Hamas hanya bagian dari dunia Arab dan dunia Islam yang semuanya melakukan pertandingan. "

Kepada faksi Fatah yang disebut oleh Khalid sebagai “saudara-saudaraku yang mulia”, dia menyampaikan bahwa persoalan yang penting bagi Hamas bukanlah Fatah. Kepada faksi Fatah yang disebut oleh Khalid sebagai "saudara-saudaraku yang mulia", dia menyampaikan bahwa persoalan yang penting bagi Hamas bukanlah Fatah. “Persoalan kita bersama adalah bagaimana memperbanyak orang baik yang akan bangkit membebaskan Al-Quds dan Palestina, darimanapun asal mereka,” tegas Khalid Misy'al penuh semangat. "Persoalan kita bersama adalah bagaimana memperbanyak orang baik yang akan bangkit membebaskan Al-Quds dan Palestina, darimanapun asal mereka," tegas Khalid Misy'al penuh semangat.

Pada muktamar itu, Khalid Misy'al menyampaikan gugatan kepada negara-negara sekitar Palestina. Pada muktamar itu, Khalid Misy'al menyampaikan gugatan kepada negara-negara sekitar Palestina. Dia mengajak negara-negara tersebut untuk selalu membantu perjuangan Islam di Palestina. Dia mengajak negara-negara tersebut untuk selalu membantu perjuangan Islam di Palestina.

“Jika boleh dianalogkan, maka kelak di Akhirat, rakyat Palestina akan mengadukan kepada Allah kenapa bangsa-bangsa tetangganya membiarkan mereka ditindas dan dizalimi oleh Israel yang dibantu Amerika dan Inggris,” tukas Khalid. "Jika dapat dianalogkan, maka kelak di Akhirat, rakyat Palestina akan mengadukan kepada Allah kenapa bangsa-bangsa tetangganya membiarkan mereka ditindas dan dizalimi oleh Israel yang dibantu Amerika dan Inggris," tukas Khalid.

Kapal-kapal kecil dari laut yang jauh, dari Inggris dan Cyprus telah dengan berani menerobos blokade Zionis Israel dan masuk ke Gaza. Kapal-kapal kecil dari laut yang jauh, dari Inggris dan Siprus telah dengan berani menerobos blokade Zionis Israel dan masuk ke Gaza.

“Kenapa sampai hari ini tidak ada satu kapal pun yang berasal dari negara-negara tetangga Palestina menolong rakyat Palestina?” tanya Khalid Misy'al. "Kenapa sampai hari ini tidak ada satu kapal pun yang berasal dari negara-negara tetangga Palestina menolong rakyat Palestina?" Tanya Khalid Misy'al.

Dalam empat bulan terakhir, sudah ada tiga kapal misi perdamaian yang berhasil menembus blokade laut Israel sampai berhasil merapat di pelabuhan Gaza. Dalam empat bulan terakhir, sudah ada tiga kapal misi perdamaian yang berhasil menembus blokade laut Israel sampai berhasil merapat di pelabuhan Gaza.

Khalid Misy'al juga mengajak seluruh rakyat Palestina mempertanyakan, kenapa dalam berbagai perundingan yang di dalamnya terlibat Amerika, Israel dan Otoritas Palestina, “tidak pernah sekalipun dibicarakan mengenai Hak Kembali ke Palestina bagi bangsa yang sedang terjajah dan terusir ini?” Khalid Misy'al juga mengajak seluruh rakyat Palestina mempertanyakan, kenapa dalam berbagai negosiasi yang di dalamnya terlibat Amerika, Israel dan Otoritas Palestina, "tidak pernah sekalipun dibicarakan mengenai Hak Kembali ke Palestina bagi bangsa yang sedang terjajah dan terusir ini?"

Ajakan itu disampaikan dalam pidatonya di depan Muktamar Internasional untuk Hak Kembali ke Palestina. Ajakan itu disampaikan dalam pidatonya di depan Muktamar Internasional untuk Hak Kembali ke Palestina.

Menurut Khalid, jika benar perundingan-perundingan itu dilakukan untuk kepentingan dan kesejahteraan bangsa Palestina, hal pertama yang harus dibicarakan adalah Hak Kembali. Menurut Khalid, jika benar negosiasi-negosiasi itu dilakukan untuk kepentingan dan kesejahteraan bangsa Palestina, hal pertama yang harus dibicarakan adalah Hak Kembali.

Kini, jihad sedang berkobar di Gaza, Palestina. Kini, jihad sedang berkobar di Gaza, Palestina. Dan, Hamas telah berhasil membuktikan bahwa Amerika dan Israel tak lebih dari sebuah bangsa yang pengecut, tidak seperti yang selama ini digembar-gemborkan media massa mereka. Dan, Hamas telah berhasil membuktikan bahwa Amerika dan Israel tak lebih dari sebuah bangsa yang pengecut, tidak seperti yang selama ini digembar-gemborkan media massa mereka.
READ MORE - Khalid Misyal

Yahya Ayyash


PUTRA BATALION

Ayyasy dilahirkan pada 6 Maret 1966. Beliau tumbuh sebagai seorang anak yang sangat pendiam. Namun di balik diamnya, ternyata beliau menyimpan sebuah kecerdasan yang sangat menakjubkan. Dalam sekolahnya, Ayyasy kecil tidak hanya menguasai pelajaran kelasnya saja, namun juga pelajaran kelas di atasnya.

Beliau lulus SMA pada tahun 1984 dengan akumulasi 92,8. Setelah kelulusannya, beliau mulai aktif di gerakan Hamas. Beliau melanjutkan ke Universitas Beirzeit dengan mengambil jurusan tekhnik listrik. Masa perkuliahannya pun beliau sibukkan dengan aktifitas keislaman. Lulus perguruan tinggi pada tahun 1991 dan menikah pada tahun 1992.

Aktifitas militernya sudah beliau mulai pada tahun 1991. Dalam berjuang, beliau mempunyai pemahaman yang mendalam tentang arti sebuah perjuangan. Perjuangan telah menjadi nafas dan darahnya. Seluk-beluk perang pun beliau tekuni, sampai bisa ditentukan titik lemah penjajah Israel dan pusat kekuatan rakyat Palestina.

Maka kemudian dirancanglah sebuah perang yang menggabungkan dua hal di atas. Lahirlah Intifadhah I. Perang yang mempertemukan dua kubu; orang-orang yang takut mati, dan orang-orang yang mencari-cari kematian. Sungguh perang yang tidak seimbang.

Dalam aksi Intifadhah ini, diperlukan bahan peledak yang sangat banyak. Aksi-aksi peledakan diri, atau yang sering disebut bom syahid, dan aksi-aksi lainnya menghabiskan bom rakitan yang tidak sedikit. Perlawanan Palestina tidak mempunyai cadangan yang banyak karena semua jalan masuknya bantuan telah ditutup. Namun dari pikiran beliau, lahirlah ide untuk memanfaatkan bahan-bahan kimia dasar dalam membuat bom. Bahan-bahan ini banyak tersedia di apotik-apotik. Maka, setelah itu ledakan demi ledakan mengucang Israel.

Kerja pertama beliau adalah merakit bom pada sebuah mobil. Namun sayangnya, secara tidak sengaja, hal ini diketahui Israel. Setelah pengangkapan dan pemeriksaan yang ketat dan kejam, tersebutlah nama Ayyasy sebagai Wanted No 1. Ayyasy pun menjadi buron. Pada 25 April 1993, rumah beliau sempat digeledah Israel. Namun mereka tidak menemukan apa-apa. Dan ketika mereka mengancam keluarganya, sang Ibu malah mengatakan, "Yahya telah pergi tanpa meninggalkan apa-apa untuk kami. Sejak dia menjadi buron, dia bukan lagi anak kami, tapi anak Batalion al-Qassam." Sebuah sikap yang sangat menjengkelkan Israel. Sikap yang terbentuk dari sebuah tarbiyah panjang dalam gerakan Hamas.

Kurang-lebih empat tahun masa buron, Israel dengan segala kekuatannya kehabisan akal menangkap Ayyasy. Sebaliknya, empat tahun pula Ayyasy mencapai kegemilangan membuat ledakan di sana-sini. Menciptakan sebuah mitos bahwa bangsa Yahudi selamanya tidak akan merasa aman hidup di tanah jajahan mereka. Masa buronan adalah masa perjuangan beliau. Dalam perjuangan itu, beliau benar-benar mengorbankan kehidupannya untuk Palestina. Seorang insinyur yang seharusnya bisa menikmati kehidupan enak dengan bekerja di luar negeri seperti yang dilakukan kebanyakan rekannya, kini hidup tidak menetap dan selalu terancam. Bahkan dalam masa ini pula, dua orang anaknya lahir. Yang pertama lahir pada awal masa buronnya, dan yang kedua lahir dua hari sebelum beliau mendapatkan syahadah.

Ada beberapa pelajaran yang beliau berikan kepada para pejuang Islam. Pertama, pejuang Islam harus mempunyai pondasi akidah dan iman yang kuat. Karena kedua hal inilah yang membuat manusia selalu merindukan kematian. Kedua, sirriyah dan bisa menjaga lisan. Semua operasi yang dilakukan Ayyasy dan Batalion al-Qassan dilakukan dengan super rahasia sehingga peristiwanya tidak bisa diketahui Israel sebelum terjadi. Dan Israel pun mendapatkan kesulitan untuk bisa menembus tubuh al-Qassam.

Ketiga, keterampilan menghilang dari mata musuh. Semua unsur Israel telah dikerahkan untuk menangkapnya, mulai dari tentara unit-unit militer khusus, kepolisian, tentara perbatasan, dan dinas intelijen, tapi tidak ada yang berhasil meringkusnya. Karena kelihaiannya ini, beliau digelari sang jenius, manusia berwajah seribu, manusia bernyawa tujuh, dan sebagainya. Prestasi gemilang yang pernah diraihnya adalah menerobos ke jalur Gaza dan membuat aksi di sana, padahal untuk sampai kesana beliau harus melewati ribuan tentara dan dinas intelijen. Prestasi ini sampai membuat Yitsak Rabin menggebrak meja dalam sebuah rapat. Keempat, jihad; ‘isy kariman au mut syahidan. Beliau selalu bersikeras melanjutkan perjuangannya dan mempersiapkan diri untuk mati syahid. Tidak beliau hiraukan anjuran-anjuran untuk melarikan diri ke luar negeri.

Empat tahun Yitsak Rabin memasang nama Ayyasy pada urutan pertama dalam file khusus orang-orang yang sangat berbahaya. File ini mendapat prioritas dalam program pemerintahannya. Tapi yang mengherankan, file itu masih ada di tangannya ketika seorang Yahudi fundamentalis memuntahkan peluru di depan mukanya. Peristiwa itu menambah malu dinas intelijen dan keamanan Israel. Belum berhasil menangkap Ayyasy, dihadapkan lagi permasalahan baru. Dalam situasi yang genting ini, direktur SABAK, dinas intelijen Israel, mengajukan pengunduran dirinya. Permohonan ini pun ditolak karena hanya akan menambah rakyat Israel kurang percaya diri.

Oleh karena itu, untuk mengembalikan rasa percaya dirinya, strategi pembunuhan Ayyasy dirancang lebih bagus dengan melibatkan pihak yang lebih banyak lagi. Pembunuhan ini diharapkan akan menjadi permulaan babak baru perjuangan Palestina. Perjuangan tanpa para perusak. Tapi apakah harapan mereka terwujud?

Jum’at, 5 Januari 1996, televisi Israel mengumumkan bahwa Ayyasy telah mati di Beit Lahia, Jalur Gaza. Seluruh Palestina, bahkan umat Islam seluruh dunia menangis. Sebuah bom telah dipasang dalam pesawat HT nya. Pesawat itu diterimanya dari seorang pedagang yang ternyata mempunyai hubungan dengan intelijen Israel.

Kematiannya sungguh sangat memilukan. Seorang pejuang harapan rakyat telah meninggalkan mereka. Tapi setidaknya, hal itu memberi pelajaran baru bagi mereka. Ada tiga hal yang bisa diambil. Pertama, jihad masih menjadi satu-satunya solution bagi perjuangan Palestina. Kedua, perjuangan yang ikhlas akan memberikan pengaruh yang baik bagi rakyat banyak. Ketiga, Israel masih harus berhadapan dengan kemarahan rakyat Palestina yang tidak akan pernah padam.

Ternyata harapan Israel hanya tinggal harapan. Babak perjuangan belum ending. Hanya dalam tempo sepuluh hari setelah kematian Ayyasy, empat kali operasi bom syahid berhasil dilancarkan oleh para penerus Ayyasy. Dan ternyata Ayyasy masih hidup. Bahkan sampai sekarang. Semangat dan namanya akan terus berada dalam benak hati kita. Beliaulah tokoh perjuangan.

Beliau tidaklah berambisi mencatat namanya dalam sejarah, tapi sejarahlah yang mencari sosok-sosok pemimpin pejuang semacam beliau. Beliau bukanlah orang yang gila ketenaran, tapi masyarakatlah yang selalu mencari-cari sosok seperti beliau untuk menjadi panutan dalam berjuang.
READ MORE - Yahya Ayyash

Dr. Abdul Aziz Al-Rantissi

Kamis, 10 Juni 2010



“Semua orang akan mati, mengapa takut dengan kematian. Jika saya diberikan pilihan samada untuk mati dibedil oleh helikopter Apache (milik tentera Zionis) ataupun akibat serangan jantung, saya memilih (untuk dibedil) oleh Apache”. Siapakah manusia yg begitu berani memperlekehkan kecanggihan helikopter Apache ini ?
Nama Syeikh Ahmad Yassin bukanlah satu nama yang asing bagi mereka yang mengikuti perkembangan isu Palestin. Tidak keterlaluan jika dikatakan bahawa selepas Haji Amin al-Husaini, beliaulah merupakan tokoh perjuangan kemerdekaan bagi rakyat Palestin. Tanpa mengenepikan Yasser Arafat yang lebih dikenali sebagai tokoh perjuangan Palestin di mata dunia, ternyata Syeikh Ahmad Yassin telah membuktikan kepada Allah, kepada rakyat Palestin dan juga kepada masyarakat dunia, bagaimana ikhlasnya beliau memperjuangkan nasib rakyat Palestin dan juga Masjid al-Aqsa dengan mempertaruhkan nyawanya. Hasilnya beliau telah menemui apa yang dicita-citakannya selama ini pada 22 Mac 2004 apabila beliau syahid dibunuh oleh komando-komando rejim Zionis dengan tiga buah roket yang telah mereka lancarkan ke arahnya.

Dr Aziz yang digeruni rejim Zionis telah meninggalkan kita. Kenapa kita masih berpeluk tubuh dan tidak mengambil peduli isu Palestin ?
Nama Syeikh Ahmad Yassin tidak akan lengkap tanpa digandingkan dengan tokoh seperjuangannya. Beliau tidak lain dan tidak bukan ialah Dr. Abdul Aziz al-Rantissi. Sebagai timbalan kepada Syeikh Ahmad Yassin di dalam gerakan HAMAS, beliau juga dilihat sebagai tokoh perjuangan rakyat Palestin mewakili golongan profesional. Berikut adalah serba sedikit profil mengenai tokoh yang telah mengatakan : “Semua orang akan mati, mengapa takut dengan kematian. JIka saya diberikan pilihan samada untuk mati dibedil oleh helikopter Apache (milik tentera Zionis) ataupun akibat serangan jantung, saya memilih (untuk dibedil) oleh Apache”. Beliau telah mendapatkan apa yang beliau hajati!
Biografi ringkas
Abdul Aziz Ali Abdul Majid al-Rantisi dilahirkan pada 23 / 10 / 1947 di sebuah kampung bernama Binaa yang terletak di antara Asqalan dan Jaffa di dalam sebuah keluarga yang kuat beragama. Keluarganya telah dipaksa untuk berhijrah ke Gaza selepas peperangan 1948 dan menetap di khemah pelarian Khan Yunus bersama para puluhan ribuan pelarian yang lain, pada waktu itu umurnya hanya berusia enam bulan. Di perkhemahan tersebutlah beliau membesar bersama sebelas orang adik beradiknya yang lain (sembilan lelaki dan dua orang perempuan).

Dynamic Duo Dalam Kenangan
Pendidikannya
Sebagai seorang yang mempunyai otak yang cerdik beliau amat cemerlang di dalam pembelajarannya. Ketika baru berusia enam tahun sahaja beliau telah memulakan persekolahannya di salah sebuah sekolah di kawasan perkhemahan tersebut. Di usia sebegini muda juga beliau terpaksa bekerja demi menampung perbelanjaan keluarganya yang besar dan miskin dan juga kehidupan mereka yang amat perit di kawasan perkhemahan yang serba daif. Pada tahun 1965 beliau telah menamatkan pembelajaran menengahnya dan melanjutkan pelajarannya ke Fakulti Perubatan di Universiti Iskandariah, Mesir. Di Fakulti tersebut beliau telah lulus dengan cemerlang dan telah menamatkannya pada tahun 1972 . Pada tahun 1976 beliau telah mengakhiri pelajarannya di peringkat sarjana (master) dalam pengkhususan peditriasi (perubatan kanak ? kanak), dan memulakannya kerjanya sebagai doktor peru batan di Hospital Nasir (Pusat perubatan utama di kawasan Khan Yunus).
Penglibatannya di dalam perjuangan
Bapa kepada enam orang anak (dua lelaki dan empat perempuan)dan sepuluh orang cucu ini telah mula aktif dengan gerakan islam dan aktiviti-aktiviti islam semenjak beliau menuntut di Universiti Iskandariah lagi. Oleh kerana itu tidak hairanlah jika beliau amat aktif dengan kerja-kerja amal, kebajikan dan dakwah seawal beliau memulakan perkhidmatannya di Khan Yunus. Antara penglibatan awalnya ialah sebagai jawatankuasa di peringkat pusat Majma Islamiy (sebuah pertubuhan islam di Gaza), pimpinan persatuan doktor-doktor Arab cawangan Gaza dan juga antara pihak pengurusan pertubuhan bulan sabit merah Palestin. Beliau juga telah berkhidmat sebagai pensyarah di dalam bidang perubatan kanak ? kanak dan juga biologi di Universiti Islam Gaza bermula dari tahun 1978.
Pada tahun 1983 beliau telah dipenjarakan buat kali pertama kerana enggan membayar cukai kepada kerajaan Zionis Israel. Pada 5 / 1 / 1988 beliau telah dipenjarakan buat kali kedua selama 21 hari di atas kesalahan yang sama. Keengganan beliau membayar cukai tersebut kerana kengganannya mengiktiraf penjajahan Israel terhadap bumi tercintanya Palestin. Ketegasan beliau ini merupakan bibit-bibit yang membawa kepada pembentukan keperibadiannya sebagai pemimpin sebuah gerakan islam yang berjaya menggoncang Israel di masa-masa mendatang.
Bersama dengan rakan – rakan seperjuangannya yang membawa aspirasi perjuangan Ikhwanul Muslimin beliau telah mengasaskan gerakan ?HAMAS? pada tahun 1987 untuk memulakan kembali penentangan bersenjata terhadap Israel yang telah lama ditinggalkan oleh orang-orang Arab dan kaum muslimin. Gerakan ini telah berjaya meletuskan gerakerja baru di dalam metod penentangan terhadap rejim Zionis. Gelombang ?Intifadah? yang telah diilhamkan oleh gerakan HAMAS telah membawa anak-anak muda Palestin untuk keluar ke jalan-jalan raya untuk bersemuka dengan pihak tentera Zionis. Pembunuhan tentera-tentera Israel dan juga kemusnahan yang minor berjaya dilakukan oleh HAMAS. Operasi-operasi ketenteraan terhadap konvoi tentera Israel juga telah menggegarkan keutuhan tentera rejim Zionis buat pertama kali selepas mereka berupaya untuk berehat buat bertahun-tahun lamanya selepas kerajaan-kerajaan Arab telah mula meletakkan senjata mereka.
Buat kali ketiganya beliau telah dipenjarakan pada 4 / 2 / 1988 kerana keterlibatannya dengan HAMAS yang didakwa oleh Israel sebagai tindakan pemberontakan yang subversif. Selepas dua tahun setengah dipenjarakan, akhirnya beliau telah dibebaskan pada 4 / 9 / 1990. Sayangnya tiga bulan selepas itu beliau telah dipenjarakan sekali lagi iaitu pada 14 / 12 / 1990 selama setahun. Walaubagaimanapun, peluang beliau dipenjarakan buat kali keempat ini merupakan sesuatu yang bertuah. Beliau telah ditempatkan di dalam satu sel bersama Syeikh Ahmad Yassin, bapa perjuangan HAMAS dan juga ikon perjuangan rakyat Palestin. Peluang itu diambil olehnya untuk menghafal al-Quran. Ketika itu jugalah beliau telah membina replika masjid al-Aqsa dengan menggunakan kotak-kotak terbuang yang masih boleh dilihat sehingga kini di meja di rumahnya beliau di bandar Gaza. D i dalam penjara itu jugalah beliau banyak menghasilkan syair-syair perjuangan. Tidak hairanlah selain daripada ahli politik dan pemimpin HAMAS beliau juga amat dikenali sebagai seorang penyair.
Dibuang negara
Selepas dibebaskan pada penghujung 1991 beliau meneruskan aktiviti-aktiviti untuk membebaskan bumi Palestin tanpa mengenal erti putus asa. Usaha rejim Zionis untuk melunturkan semangatnya dengan memenjarakan beliau tidak berhasil, malah beliau bertambah bersemangat dan gerakan HAMAS semakin bertambah kuat. Rejim Israel Zionis yang telah mula buntu akhirnya menghalau keluar 400 para pejuang kemerdekaan Palestin yang terdiri daripada para pejuang HAMAS dan juga gerakan Jihad Islami pada 17 / 12 / 1992 ke Marja Zuhur di Selatan Lubnan. Pada waktu itulah bintangnya mula menyinar di peringkat antarabangsa bilamana beliau telah menjadi juru bicara para ?mub’adin? (orang-orang yang diusir) untuk berbicara dengan para wartawan. Ini kerana kefasihannya di dalam Bahasa Inggeris berbanding dengan rakan-rakannya yang lain. Penonjolannya ini telah mewujudkan hubungan baiknya dengan para wartawan sehingga hari sebelum beliau syahid. Beliau amat disenangi oleh para wartawan, dan pintu apartmennya sentiasa terbuka kepada para wartawan dan junalis. Ini juga amat penting bagi HAMAS, memandangkan beliau merupakan pemimpin politik bagi gerakan tersebut (manakala Ahmad Yassin sebagai pemimpin spiritual mereka).
Sekembalinya beliau dari Marja Zuhur ke Gaza, beliau telah dipenjarakan oleh pihak rejim sehingga tahun 1997. Selepas keluar dari penjara tersebut, dalam tempoh tidak sampai setahun pihak berkuasa autonomi (Palestinian National Authority – PNA) yang diketuai oleh Yassir Arafat pula telah memenjarakan Dr. Rantisi pada 10 / 4 / 1998. Selepas 15 bulan dipenjarakan, akhirnya beliau telah dibebaskan kerana kematian ibunya. Walaubagaimanapun selepas itu beliau telah dipenjarakan sekali lagi sebanyak tiga kali oleh PNA. Beliau telah dibebaskan buat kali terakhir kerana dua sebab, pertamanya kerana beliau melancarkan mogok lapar, dan selepas jet pejuang Israel menyerang para tahanan di penjara milik PNA. Pembebasannya buat kali terakhir itu mengakhiri tempoh 27 bulan beliau dipenjarakan oleh PNA.

Kebolehannya boleh berbahasa Inggeris menyebabkan beliau digemari wartawan Barat
Pembebasannya itu bagaikan satu rahmat bilamana Syeikh Yassin sebelum itu telah pun dibebaskan juga. Dengan gabungan dua ikon perjuangan Palestin ini gerakan HAMAS menjadi bertambah mantap dan mendapat momentum perjuangan yang lebih kuat dari sebelum itu. Intifada gelombang kedua pada penghujung tahun 2000 sebagai satu bukti kekuatan HAMAS semakin bertambah. Strategi bom syahid yang diinovasikan oleh HAMAS semakin bertambah saban hari dan menjadikan penduduk Yahusi Zionis hidup dalam ketakutan dan memaksa ramai di antara mereka untuk berhijrah semula pulang ke tanah air asal mereka. Dianggarkan lebih 50,000 rakyat Israel yang keluar negara tidak pulang semula ke Israel semenjak tahun 2000. Dr. Rantisi juga sering ditemui oleh para wartawan dari serata dunia dan berjaya menyampaikan mesej perjuangan kemerdekaan mereka de seluruh dunia. Ini amat menggerunkan Israel, malah Amerika yang ingin memaksa dunia untuk melihat HAMAS sebagai perjuangan pengganas yang radikal.
Gugurnya seorang pejuang
Pada 10 Jun 2003, Israel dengan taktik bacul dan biadapnya telah melancarkan percubaan membunuh Dr. Rantisi dengan membedilnya dengan roket yang dilancarkan oleh helikopter Apache mereka. Serangan itu menemui kegagalan apabila Dr. Rantisi dan anaknya yang masih kecil berjaya menyelamatkan diri mereka, namun kereta yang mereka naiki hancur dimamah oleh letupan roket tersebut. Serangan tersebut telah dibalas oleh HAMAS dengan siri serangan-serangan yang telah menggegarkan hati setiap warga Zionis. Ketika berada di atas katil hospitalnya, beliau mengatakan : “Hanya perjuangan bersenjata sahaja yang akan dapat memerdekakan bumi Palestin kita”. Selepas syahidnya Syeikh Ahmad Yassin pada 22 / 3 / 2004 beliau telah dilantik menjadi pemimpin HAMAS di wilayah Gaza dan berjanji untuk membalas dendam di atas kematian Syeikh Ahmad Yassin. Ketika ditemu ramah oleh salah sebuah badan berita antara bangsa, tidakkah dia takut yang dia pula akan menjadi mengsa buruan tentera Zionis yang seterusnya, dia menjawab: “Buat apa kita takutkan kematian, semua manusia akan mati, samada kerana dibunuh ataupun kerana sakit. Jika saya diberikan peluang untuk memilih samada ingin mati kerana sakit jantung ataupun kerana (ditembak oleh) Helikopter Apatchie, saya memilih helikopter Apatchie!”.

As-Syahid Dr Aziz pergi menemui Allah dengan haruman syurga, insyallah
Pada hari Sabtu, 17 April 2004, bersama dengan dua orang rakannya beliau telah menemui Allah S.W.T sebagai seorang syahid menyusul pemergian Syeikh Ahmad Yassin apabila kereta yang beliau naiki telah dibedil dengan roket dari helikopter Apache oleh pihak rejim Zionis di jalan al-Jallaa di wilayah Gaza. Rejim Israel Zionis menyifatkan Dr. Abdul Aziz al-Rantisi sebagai salah seorang pemimpin pengganas yang perlu dihapuskan demi menjamin keselamatan rakyat Israel dan kedamaian di kawasan tersebut. Tidak hairanlah dua minggu sebelum peristiwa tersebut empat buah helikopter Apache berlegar-legar di ruang udara Gaza untuk mencari Dr. Rantisi.
READ MORE - Dr. Abdul Aziz Al-Rantissi

Syaikh Ahmad Yasin


Syekh Yasin, nama lengkapnya Syekh Ahmad Ismail Yasin lahir tahun 1938 di desa Al-Jura, sebelah selatan kota Gaza, syahid pada saat sedang puasa sunah Senin- Kamis, hari Senin, 1 Shafar 1425 H/ 22 Maret 2004 M karena dihantam rudal penjajah Zonis Israel setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid Al-Mujama’ Al-Islami, Gaza.

Syekh Ahmad Yasin merupakan tokoh spiritual gerakan Hamas, Qiyadah/ pemimpin bagi pejuang dan rakyat Palestina melawan penjajah Zionis Israel.

Walaupun usianya uzur, kondisi tubuhnya lumpuh dari leher hingga ujung kaki, setiap hari harus menggunakan kursi roda, tidak menghalangi beliau untuk berdakwah, memimpin dan membina umat, rakyat Palestina khususnya di Gaza.

Beliau memiliki ‘izzah/ kemuliaan sehingga disegani dan dicintai kawan, ditakuti lawan dalam hal ini penjajah Zionis Israel.

Sebagai tokoh spiritual dan qiyadah dalam perjuangan, Syekh Ahmad Yasin banyak memberikan keteladanan bagi pengikutnya dan rakyat Palestina, juga bagi umat Islam yang rindu syahid di jalan Allah.

Dalam suatu khutbahnya, Syekh Ahmad Yasin pernah berkata: Umat ini tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari umat ini yang siap menerima panji kepemmpinan yang berpegang teguh kepada Islam, baik sebagai aturan, prilaku, pergerakan, pengetahuan, maupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah atau binasa!

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS: Al-Imran/3: 126).

Suatu ketika ada seorang penganut Kristen di kota Ramallah, Tepi Barat, Bassam Hana Rabbah namanya. Dia datang menemui Syekh Ahmad Yasin untuk mengadukan permasalahannya karena ada seseorang di Gaza melakukan penipuan terhadap dirinya. Syekh Ahmad Yasin yang juga pimpinan Dewan Islah (perdamaian) dengan bijaksana mampu mendamaikan antara Bassam Hana Rabbah seorang Kristen dengan seseorang yang telah melakukan penipuan.

Syekh meresponnya dengan serius, bahkan mampu bersikap adil terhadapku. Hak-hak saya pun bsa kembali saya nikmati. Sebagai tanda terima kasih, sebagian hartaku diberikan kepada Dewan Islah, tutur Hana Rabbah.

Sebagai seorang Qiyadah/pemimpin, Syekh Ahmad Yasin tidak cinta dunia, tidak gila harta, bahkan kehidupannya sangat sederhana.

Mariyam Ahmad Yasin menceritakan tentang sikap hidup ayahnya:

Rumah ayah terdiri dari 3 kamar dengan jendela yang sudah rapuh. Rumah ini sangat sederhana sekali. Ini fakta bahwa ayahku tak cinta dunia, namun cinta akhirat. Banyak yang menawari beliau untuk memiliki rumah seperti pejabat tinggi negara, namun ditolaknya. Bahkan pernah suatu ketika, Pemerintah Otoritas Palestina memberi sebuah rumah besar di suatu kampung mewah di Gaza, . Namun Tawaran itupun di tolak, ia tidak peduli dengan berbagai ragam bentuk kesenangan duniawi.

Rumah ini sangat sempit. Tidak ada lantai, dapurpun ala kadarnya. Jika musim dingin, kami kedinginan. Namun jika musim panas tiba, kami pun kepanasan. Ayah sama sekali tidak memikirkan untuk merenovasi rumahnya. Ia justru sibuk mempersiapkan rumah di akhiratnya. Adapun kondisi psikis, Alhamdulillah, kami cukup sabar, karena kami percaya. Insya Allah, kami akan melihatnya lagi di surgaNYa nanti. Untuk itulah kami juga sangat berharap bisa mati syahid seperti beliau.


Jika Syekh Ahmad Yasin ingin kaya, harta menumpuk, rumah mewah bertingkat, mobil mengkilat lebih dari empat, makanannya serba lezat, semuanya bisa saja beliau dapatkan, bukankah beliau mempunyai pengikut yang taat, kedukukan yang memikat, akan tetapi semuanya itu tidak beliau lakukan untuk memperkaya diri di tengah pengikut dan rakyatnya yang sedang sengsara dan menderita, akibat penjajah, sekali lagi tidak!

Syekh Ahmad Yasin memiliki iman dan perasaan yang tinggi, beliau sangat cinta dan peduli kepada umat yang pada hakekatnya adalah umat Nabi Muhammad saw.

Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS:An Nisaa/4: 69).

Apakah kita semua telah meneladani beliau yang hidup sebagaimana kehidupan Rasul SAW dan para shahabatnya? Yang lebih mencintai akherat ketimbang kehidupan dunia yang murah dan menipu? Yang lebih menyukai debu-debu jihad daripada mobil-mobil mewah mengkilat? DI manakah kita sekarang?

(H. Ferry Nur, S.Si, Sekjen Kispa)
READ MORE - Syaikh Ahmad Yasin